Cinta, kenapa kau tinggalkan aku?

Tak kan ada cinta saperti dirimu lagi..

Saat aku sendiri, kau malah semakin menjauh..

Ku begitu ingin kau memelukku untuk terakhir kalinya..

Aku begitu menyayangimu walaupun aku tahu kau takkan pernah peduli..

Aku masih merindukanmu walaupun aku tahu kau terus menjauhiku..

Aku tak kan sanggup menghapus segala bayangmu.. tapi kini ku relakan kau pergi dariku..

Kegembiraan yg dulu kurasakan saat memilikimu, telah berubah jadi kesedihan karena kehilanganmu..

Mengapa diriku takkan pernah bisa melupakanmu?😥

Dan mengapa hayna dirimu yg selalu ada dalam pikiranku?

Mungkin salahku juga terlalu mancintaimu sepenuh hatiku..

 

Ku ratapi kisahku dengan air mata..

Ku renungi kisah kita dengan tangis sendu..

Hati ini terlalu sakit.. Karena cintamu~ :’

Serpihan demi serpihan luka ku rasa..

Kepingan demi kepingan tentang kita ku ingat..

Semakin ku kenang, semakin hancur hati ini😥

Tapi mengapa, sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu?

Bulir-bulir luka meleleh, harapan cinta mengental..

Mencoba memudari tangis, dan menghapus air mata di pipi..

MENGAPA LUKA INI MEMBUATKU MAKIN CINTA?

Kapankah air mata ini menjadi air mata yg bening dan tak keruh?

Kapankah derai tangisku terhenti? Menjadi setetes dan terakhir..

Seharusnya kamu tak perlu aku tangisi.. Seharusnya aku kuat..

Seharusnya aku tak perlu pertaruhkan air mata ini hanya demi satu kenangan dan masa yg telah pergi..

Tapi mengapa? Mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya..

Mengapa terus jatuh dan tumpah air mata yg perihkan hati ini?

Hatiku sekarang menjadi perasa..

Air mata ini jatuh..

Jatuh untuk cinta yg telah mengabaikanku..

Mataku yg menjadi saksi bagaimana air mata ini jatuh untuknya..

Air mataku terus jatuh terlalu banyak dan menderai..

Terlalu lama menetes dan terus menumpah😥

Aku sendiri bersama keluh kesahku yg tenggelam bersama suara tangisku..

Bersama serpihan hati yg akan ku bawa, sampai aku mati..